Kapolda: Ingat Industri Tangguh Wajib Tingkatkan Fasilitas Protokol Covid19.


Madiun,Rhp- Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran, M.Si didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah, bersama Pejabat Utama Polda Jatim, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat melanjutkan perjalanannya ke Industri Tangguh berada di Kabupaten Madiun.

Industri Tangguh yang dikunjungi Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, yakni PT. Digjaya Mulia Abadi yaitu selaku Mitra Produksi Sigaret Jl. Raya Tiron, Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun Jawa Timur.

Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran, M,Si memberikan sambutan saat itu, bahwa kami dengan Pangdam V Brawijaya akan datang disetiap Industri Tangguh di Jatim. 

Diutamakan bagi tiap pabrik rokok yang menjadi perhatian khusus dan sudah menjadi catatan kami,
seperti Rungkut dan Tulungagung, sehingga kami tidak ingin menjadi persoalan baru di PT. Digjaya Mulia Abadi ini menjadi klaster baru, karena disini setiap karyawannya tidak jaga jarak saat bekerja dan antara karyawan jaraknya sangat dekat sekali.

" Untuk setiap Industri Tangguh di wilayah Jawa Timur, harus bisa menerapkan Physical Distancing dan Social Distancing atau jaga jarak untuk setiap karyawan, maka seperti di PT. Digjaya Mulia Abadi selaku Mitra Produksi Sigaret, agar tidak menjadi klaster baru disaat pandemi Covid19," harap Kapolda Jatim, Selasa, 16 Juni 2020.

Kapolda menambahkan, apa lagi jumlah karyawan di PT. Digjaya Mulia Abadi itu, sebanyak 800 orang karyawan, dan seharusnya pihak pabrik bisa memperkerjakan karyawannya separuh atau 50 persen dari total keseluruhan," tambahnya.

Sedangkan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah  menyebutkan, semua kawasan Industri Tangguh harus bersih dari Covid19 dan diharapkan wajib menjalankan Protokol Kesehatan dan terlebih lagi menghadapi New Normal saat ini.

" Kehidupan baru ini tidak semuda yang kita bayangkan, karena kita tidak menjalani kehidupan yang tidak biasa, seperti harus memakai Masker maupun tidak biasa jaga jarak, apalagi budaya kita adalah gotong royong dan bekerja sama," ucap Pangdam V Brawijaya saat memberikan sambutannya.

Keberadaan di lingkungan pabrik, harus disiapkan tempat Cuci Tangan sesuai dengan Protokol Kesehatan, bahkan untuk tempat cuci tangan di PT. Digjaya Mulia Abadi saja tidak sebanding dengan jumlah karyawan yang hampir 800 orang," sebutnya.

Sementara untuk Rapid tes kepada karyawan dirasa sudah cukup bagus, namun Rapid tes belum menjadi jaminan bahwa orang itu sehat dan perlu dilakukan Test Swab bagi setiap karyawan," tegas Pangdam V Brawijaya yang saat didampingi Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K. (BERTUS).