Kapolda Himbau "Pilihan Boleh Beda, Hati Tetap Sejuk".
Surabaya,Radarhukumpos.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran, M.Si didampingi Pejabat Utama Polda Jatim, juga bersama Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K saat hadiri pertemuan hasil Riset Indopol, suatu Lembaga Survey tentang Penelitian Dinamika Sosial Masyarakat dan Peta Kerawanan Jelang Pilkada serentak 2020 di Jawa Timur ini.
Hadir pula dalam acara pertemuan itu Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, selain Kapolda Jatim telah datang dan Perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jatim, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim. Jumat 4 September 2020 lalu.
Lembaga survei Indopol Survey and Consulting, dalam hal ini akan melakukan survei jelang Pilkada serentak Tahun 2020 di Jatim.
Terkait yang akan dilakukan tim Survei tentang Dinamika Sosial Masyarakat dan Peta Kerawanan jelang Pilkada.
Fadil Imran menuturkan, bahwa Pilkada Tahun ini diikuti oleh 19 Kabupaten/Kota, baik Pemilihan Bupati/Walikota juga. Apa lagi pelaksanaan Pilkada ini dilakukan di masa pandemi covid19. Maka masyarakat diharapkan waspada dan mematuhi penerapan Protokol Kesehatan tersebut.
" Karena Pilkada saat ini dilakukan dimasa pandemi covid19, maka kita semua ini harus mematuhi penerapan Protokol Kesehatan," tegas Kapolda Jatim.
Emil Elistianto Dardak tegaskan saat itu, bahwa perlu diwaspadai dalam Pilkada, yakni ditingkat kerawanan seputaran masyarakat.
Sehingga untuk ketentraman dan kenyamanan di pilkada ini menjadi pemikiran kita bersama, baik pihak pemerintah Provinsi maupun pihak kepolisian untuk mengantisipasi.
" Kerawanan di pilkada serentak ini nantinya dapat tertangani dengan damai, aman dan sejuk, karena yang akan dilaksanakan di 19 Kabupaten/Kota, oleh sebab itu menjadi perhatian bersama kita.
Maka diharapkan, Pilkada saat ini bersamaan dengan pandemi covid 19 juga, sehingga masyarakat agar mematuhi penerapan Protokol Kesehatan," harap Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak.
Karena gesekan rivalitas jelas akan muncul antar pasangan calon bisa terjadi menjadi kerawanan dan itu tidak saja terjadi nampak didepan mata, tetapi bisa terjadi di Medsos, juga informasi Hoax, dalam hal penyebaran berita Bohong. Maka semua itu menjadi perhatian dan penanganan bersama.