November 2022, SD dan SMP di Surabaya Terapkan 2 Jam Pendidikan Karakter.

 

Surabaya,Radarhukumpos.com - Mulai bulan November 2022 mendatang, seluruh SD dan SMP di Kota Surabaya akan menerapkan dua jam pendidikan karakter. Itu dilakukan demi membentuk karakter siswa.

 Oleh karena itu, Erick Cahyadi Wali Kota Surabaya menyampaikan, Pembentukan Karakter Siswa itu bisa dilakukan, melalui Pembenahan Pola Pembelajaran. Menurutnya, para siswa saat ini diketahui mudah jenuh selama Proses Pembelajaran. Maka dari itu, perlu adanya Pembenahan Kurikulum Pengajaran, yang tetap berdasarkan aturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI, yakni soal minimal Waktu Belajar dalam satu hari.

 “Kalau dihitung benar, berapa sehari (jam belajar) yang ditentukan oleh pihak Kemendikbudristek. Satu hari minimal berapa jam, kalau jam 12.00 WIB sudah terpenuhi, maka selesaikan Pembelajaran pada jam 12.00 WIB. Tapi ketika pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB, bentuklah Karakter Siswa,” terang Erick Cahyadi.

 Erick Cahyadi menambahkan, Kepandaian seorang siswa harus diimbangi dengan Karakter Kuat. Sekolah wajib menyediakan kegiatan yang berlandaskan untuk Pembentukan Karakter para siswa, seperti melalui kegiatan Seni dan Keagamaan.

 “Jadikan anak-anak itu memiliki Mental Baja, agar ketika menghadapi dunia nyata, dia memiliki kemampuan luar biasa. Tujuannya adalah mencerdaskan anak-anak untuk menjadi Pemimpin Bangsa,” ujarnya.

 Termasuk, kata Erick Cahyadi lagi, siswa juga harus bisa Menghormati Orang Tua dan para Guru di sekolah. “Saya sedih ketika ada anak didik yang menjadi anak hebat, tetapi lupa pada gurunya. Padahal salah satu orang tua kita adalah guru. Saya minta para guru mengajarkan anak-anak untuk Mencium Tangan, itulah yang saya maksud dengan Pembentukan Karakter,” papar Erick Cahyadi.

 Pembebanan Kurikulum Pembelajaran ini, juga diharapkan agar siswa-siswi Kota Surabaya bisa saling bersosialisasi dan berani mengemukakan pendapat.

 “Berjalan pada bulan depan (November 2022). Setelah dihitung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya, ternyata memang cukup sampai jam 12.00 WIB itu boleh.  Berarti jam 12.00 WIB ke atas untuk Pembentukan Karakter. Karena saya tidak mau anak-anak di Surabaya menjadi individual,” tutur Erick Cahyadi

 Pesan itu disampaikannya kepada 883 Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) SD dan SMP Negeri di Gedung Convention Hall kota Surabaya, pada Selasa (4/10/2022) yang lalu.

 “Alhamdulillah, karena Guru-guru ini sudah diangkat menjadi PPPK, maka ada Hasil, Gaji, dan dapat Tunjangan yang kita berikan. Karena itu, Saya sampaikan, bahwa mereka adalah orang – orang yang bisa Menciptakan Pemimpin yang memiliki Akhlakul Karimah,” ungkap Erick Cahyadi.

 Sementara itu, Yusuf Masruh Kadispendik Kota Surabaya mengatakan, selama Dua Jam kegiatan Pembentukan Karakter siswa tersebut dan para siswa diharapkan akan merasa Bahagia selama berada di Sekolah. Sekaligus, sebagai implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.

 “Maka kita harus merubah Pola dengan memberikan Jam Khusus, kami tengah menyiapkan dari Ekstrakulikuler di setiap Sekolah. Kita Rombak Pola untuk kita Efektifkan Jam Pembelajaran,” pungkas Walikota Surabaya Erick Cahyadi. (Bertus).