Jeritan Pedagang Manukan Lor: Digusur ke SWK Sepi, Komunitas ARSAS Desak Pemerintah Cari "Win-Win Solution"




Surabaya,Radarhukumpos.com - 6 MEI 2026 – Kebijakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Manukan Lor, Surabaya, menyisakan duka bagi para pelaku usaha kecil. Pihak Satpol PP telah meminta para pedagang untuk segera mengosongkan lokasi dan beralih ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) Manukan. Namun, instruksi ini menuai penolakan keras karena dinilai justru akan mematikan mata pencaharian mereka.

Kondisi SWK: Sepi Pembeli dan Kapasitas Terbatas
Para pedagang mengeluhkan kondisi SWK Manukan yang selama ini dikenal sepi pengunjung. Memindahkan mereka ke lokasi yang tidak strategis dianggap sama saja dengan memutus rantai ekonomi keluarga secara perlahan. Selain masalah keramaian, kapasitas SWK tersebut juga dilaporkan sangat terbatas, sehingga tidak mampu menampung seluruh pedagang yang terdampak penggusuran.

Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) turun langsung ke lapangan untuk menemui para anggotanya di Manukan Lor. Dalam pertemuan tersebut, terungkap rasa kekhawatiran yang mendalam dari para pedagang mengenai masa depan usaha mereka.
Herry Bimantara selaku Ketua Umum ARSAS, menyatakan keprihatinannya terhadap pendekatan penertiban yang belum memberikan solusi konkret bagi kesejahteraan warga.
Kami memahami aturan tata kota, namun aturan tidak boleh mengabaikan perut rakyat. Memindahkan pedagang ke tempat yang sudah terbukti sepi pembeli dan berkapasitas terbatas bukanlah solusi, itu namanya penggusuran terselubung,"* tegas Herry.
Langkah Diplomasi Menuju Solusi

ARSAS berkomitmen untuk tidak membiarkan warga berjuang sendirian. Herry Bimantara menegaskan akan segera mengambil langkah koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Koordinasi Kewilayahan: Menemui pihak Kecamatan untuk mendiskusikan keberatan pedagang.

Audiensi Pemerintah Kota: Menghubungi Pemerintah Kota Surabaya guna mencari titik temu (*win-win solution*).
Misi Utama: Memastikan masyarakat Surabaya tetap bisa berusaha dan berdaya di kotanya sendiri tanpa harus terpinggirkan oleh kebijakan yang kurang tepat sasaran.
*"Tujuan kami jelas: Surabaya harus tertib, tapi rakyatnya juga harus tetap makan. Kita cari solusi bersama agar ekonomi kerakyatan tetap berdenyut di Manukan Lor,"* tutup Herry.
(Red/Herry)