Ilmu, Hikmah, dan Pengabdian: Jiwa Raker PRNU Tawangsari
Sidoarjo,Radarhukumpos.com - Adapun kemajuan tidak Lahir semata dari banyaknya ilmu. Kemajuan Lahir ketika ilmu dipandu oleh Pengabdian dan Hikmah.
Ilmu memang membekali kita untuk memahami mana yang benar. Namun Hikmah mengajarkan: bagaimana kebenaran itu diwujudka, pada Waktu yang tepat, Cara yang tepat, Tujuan yang tepat dan sehingga benar-benar melahirkan Kemaslahatan.
Rapat Kerja bukan sekadar Berkumpul, Berdiskusi, atau saling berbagi Pendapat. Lebih dari itu, Raker adalah penentu arah Kedewasaan Berpikir Organisasi. Disinilah ide disampaikan dengan Matang, Dialog terjalin dengan Bijak, antar sesama Pengurus maupun dengan Dunia Luar, guna menciptakan peluang Pengabdian yang selaras dengan Realita. Tujuan Organisasi harus Dirumuskan dengan Landasan yang benar, agar Kemaslahatan Umat senantiasa menjadi sasaran utama.
Oleh karena itu, ditengah Zaman yang bergerak begitu cepat, sehingga kita membutuhkan lebih dari sekadar Pengetahuan. Tapi kita membutuhkan cara berpikir yang mampu untuk Menjembatani: Ilmu → Hikmah → Kebaikan.
Semoga setiap proses Pembelajaran tidak berhenti pada bertambahnya Wawasan semata, tetapi terus mengalir menjadi Kebijaksanaan dalam mengambil Keputusan, sekaligus Keberanian untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
Kehadiran seluruh Pengurus dalam Rapat Kerja (Raker) ini adalah Nafas panjang sekaligus Nadi Kehidupan Organisasi, khususnya NU Ranting Tawangsari. Karena Hakikat pada ilmu dan Pengabdian bukanlah sekadar menjadikan seseorang pintar, yang melainkan menjadikannya semakin Bijaksana dan semakin bermanfaat bagi Umat.
"Mari kita menjadi Manusia yang bisa Bermanfaat bagi Umat. Mari Belajar. Berpikir. Berhikmah. Berbuat Baik," pungkas Mukhlis (GMNU).
(Bertus/Red).