Polda Jatim Ungkap 1.870 Kasus Narkoba, 2.382 Tersangka Diamankan
Surabaya,Radarhukumpos.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Polres Jajaran mengungkap 1.870 Kasus Tindak Pidana Narkoba sepanjang Periode Juli hingga September 2026.
Dari rangkaian pengungkapan selama Triwulan III tersebut, sebanyak 2.382 Orang telah ditetapkan sebagai Tersangka.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari Komitmen Polda Jawa Timur dan Jajaran dalam Memberantas Peredaran Gelap Narkoba, serta Melindungi Masyarakat dari dampak Penyalahgunaan Narkotika.
“Ditresnarkoba Polda Jawa Timur bersama pihak Polres Jajaran terus berkomitmen melakukan kegiatan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba, baik melalui upaya dalam Pencegahan maupun Penegakan Hukum,” tegas Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K dalam Konferensi Pers, pada Rabu (30/9/2026).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur Kombes Pol Muhammad Kurniawan, S.I.K, M.Si mengatakan, bahwa dari keseluruhan Pengungkapan tersebut, Polisi menyita berbagai jenis Barang Bukti (BB), di antaranya 86.544,25 Gram Sabu-sabu, 1.014,06 Gram Ganja Kering, serta 148 Batang Tanaman Ganja.
Selain itu, petugas juga menyita 27.571 Butir Ekstasi dan 118,28 Gram Serbuk Ekstasi, 2.592 Cartridge Etomidate, 406,28 Gram Ketamine, serta 1.079.746 Butir Obat Keras.
“Berdasarkan perhitungan terhadap Barang Bukti yang berhasil diamankan, Pengungkapan tersebut diperkirakan telah Mencegah sekitar 1,45 Juta Jiwa Manusia dari Potensi Penyalahgunaan Narkotika tersebut,” ungkap Kombes Pol Muhammad Kurniawan, S.I.K, M.Si.
Dalam penanganan Perkara, Polda Jawa Timur juga melakukan Asesmen terhadap Penyalahguna Narkotika sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan dan Mekanisme yang berlaku, sementara terhadap Jaringan maupun Pengedar dilakukan Penegakan Hukum secara tegas.
Sementara sepanjang Triwulan III 2026, Ditresnarkoba Polda Jawa Timur juga mengungkap Tujuh Kasus menonjol dengan 11 Tersangka.
Maka dari Pengungkapan Tujuh Kasus tersebut, petugas juga telah menyita Barang Bukti (BB), yakni 64 Kilogram Sabu, 10.694 Butir Ekstasi, 148 Batang Tanaman Ganja, 2.393 Cartridge Etomidate, 6,16 Gram Ketamine, serta 3.900 Butir Happy Five.
Kemudian Kombes Pol Muhammad Kurniawan, S.I.K, M.Si menjelaskan, Pemberantasan Narkoba dilakukan secara Komprehensif melalui Langkah Preemtif, Preventif, dan Represif.
“Kami terus melakukan langkah Preemtif, yaitu melalui Sosialisasi dan Edukasi. Preventif melalui berbagai kegiatan Pencegahan, serta Represif melalui Penegakan Hukum terhadap Jaringan Peredaran Gelap Narkoba,” kata Kombes Pol Muhammad Kurniawan, S.I.K, M.Si.
Salah satu Pengungkapan menonjol melibatkan Tiga Tersangka, berinisial FS, DA, dan JA yang telah diamankan di Dua Lokasi berbeda di Surabaya. Dari Pengungkapan tersebut, Polisi telah menyita 44,662 Kilogram Sabu.
Maka Berdasarkan hasil Penyidikan sementara, FS diduga berperan sebagai Pemilik sekaligus Pengendali Peredaran Barang tersebut. Sementara JA dan DA diduga memiliki peran dalam Menyiapkan, serta Mencatat Transaksi Ekstasi dan Etomidate.
Penyidik saat ini masih melakukan Pengembangan dan Memburu pihak lain yang diduga juga terlibat dalam Jaringan tersebut dan telah Ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dalam Pengungkapan lainnya, Polisi telah Menangkap Tersangka berinisial RI di Kabupaten Malang. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah Green House yang diduga digunakan untuk Membudidayakan 148 Batang Tanaman Ganja.
Sementara berdasarkan dari hasil Pemeriksaan, RI menerangkan, bahwa Bibit Ganja tersebut diperoleh dari seseorang berinisial SL yang saat ini berstatus DPO.
Dalam Kasus menonjol lainnya adalah Penangkapan Tersangka berinisial IA di sekitar Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Dari Tersangka, Polisi mengamankan 1.932 Cartridge Vape berisi Cairan yang diketahui Mengandung Etomidate sebanyak 842,5 Mililiter.
Kombes Pol Muhammad Kurniawan, S.I.K, M.Si mengatakan, bahwa Temuan tersebut menjadi salah satu Modus yang menjadi perhatian Kepolisian.
“Modus yang kami Temukan adalah Penggunaan Cairan yang Mengandung Etomidate dalam Liquid Rokok Elektrik. Temuan ini menjadi perhatian kami dan perlu di Waspadai oleh Masyarakat,” pungkas Kombes Pol Muhammad Kurniawan, S.I.K, M.Si.
(Bertus/Red).